26 Feb 2021

Review 3 Facial Wash Wardah untuk Kulit Normal (C-Defense, Hydra Rose, dan White Secret)

 Hai teman-teman! Review kali ini sama sekali tidak mengandung sponsor yah.


Wardah memiliki banyak sekali produk facial wash dengan range harga yang bervariasi dengan harga terendah begitu terjangkau. Kali ini saya akan membahas 3 produk dengan harga sekitar Rp27.000,00, yah kurang lebih segitu lah ya.

Oya, sebelumnya tipe kulit saya adalah normal to dry. Biasanya area berminyak ada di t-zone namun tidak terlalu banyak. Jadi review ini berdasarkan jenis kulit saya, tentu bisa saja berbeda dengan jenis kulit teman-teman!

1. Wardah C-Defense Energizing Creamy Wash with Hi-Grade vitamin C

Sesuai dengan namanya, kandungan facial wash ini diklaim mengandung Antioksidan Hi-Grade Vitamin C & Active Moist Complex. Packagingnya begitu cerah sehingga mudah ditangkap mata kalau sedang berbelanja produk kecantikan.  Adapun teksturnya berwarna putih dan sedikit kental seperti facial wash pada umumnya. Terdapat butir-butir halus yang membantu untuk mengeskfoliasi kulit mati di wajah. Cukup dengan memijat-mijat halus pada wajah kita. Hal yang sangat saya suka dari Wardah C-Defense adalah wanginya. Ketika digunakan, wangi sitrus dari jeruk ini sangat menenangkan dan membuat ceria. Sejujurnya menurut saya, wangi dari Wardah C-Defense inilah yang menduduki peringkat yang "sangat wangi" dari semua facial wash wardah yang telah saya coba. Begitu diusapkan ke muka, wanginya membuat saya betah berlama-lama mencuci muka dan membuat saya ingin meminum jus jeruk saat itu juga. Bukan bau manis yang memukkan melainkan bau sitrus yang segar. Namun yang saya tidak suka adalah setelah selesai menggunakannya, kulit saya langsung kering kerontang dan otomatis saya harus menggunakan moisturizer setelah cuci muka. Untuk harganya sendiri sekitar Rp26.000,00 untuk 100 ml.

2. Wardah Hydra Rose Moisture Rich Night Gel

Saat ini saya sedang menggunakan facial wash hydra rose. Packagingnya sangat simpel dan sesuai dengan produk-produk yang sekarang sedang trend. Nampak classy dan mewah. Sesuai dengan tulisan pada produknya, yang mengklaim dapat menghydrating selama 72 jam, setelah digunakan wajah begitu lembab. Bahkan awal-awal pemakaian, saya berlama-lama membilas wajah dengan air sebab terasa masih begitu licin di wajah. Untuk kelembabannya sendiri saya tidak pernah mengukur berapa jamnya. Namun untuk setelah pemakaian benar-benar terasa licin di wajah. Teksturnya sendiri gel bening yang paling cair di antara ketiga produk dalam tulisan ini. Teman-teman harus berhati-hati saat menggunakannya ya, karena harus perlahan-lahan agar tidak tumpah semua. Adapun wanginya soft bunga mawar, tidak terlalu wangi dan segar namun ada hint bunga mawarnya. Harganya sekitar Rp24.000,00 sampai Rp28.000,00 untuk 100 ml.

3. Wardah White Secret with Natural AHA

Berdasarkan sedikit riset yang saya lakukan, kandungan AHA ini berguna untuk mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari, melembabkan kulit, dan mengangkat sel kulit mati. Sejauh ini, di luar wangi, saya paling suka dengan produk ini. Setelah digunakan, wajah terasa tidak kering dan juga tidak terlalu licin. Wanginya bisa saya bilang lembut tapi tidak selembut hydra rose. Untuk teksturnya sendiri normal dan tidak terlalu encer. Packagingnya standar dengan warna putih dan abu-abu, tidak terlihat murahan dan simpel. Untuk harganya sendiri berkisar Rp28.000,00 per 100 ml.

Nah, sekian ulasan saya tentang tiga produk facial wash wardah dengan range harga yang mirip. Untuk kulit normal to dry seperti saya, saya merekomendasikan Wardah White Secret untuk teman-teman gunakan. Tapi sebenarnya saya sangat suka wangi dari Wardah C-Defense huhu. 

Sampai berjumpa di review selanjutnya!

Alasan Masuk Kuliah Jurusan Hukum

 Random banget ya abis liat review pisang tiba-tiba bahas kuliah AHAHAHA.

Setiap orang tentu berbeda, ada yang sudah punya cita-cita dari awal mau jadi apa, ada yang "disuruh" orangtua untuk jadi apa, bahkan tidak sedikit yang gatau mau jadi apa sampai lulus sekolah. Well, sebenarnya udah kuliah juga semakin gatau mau jadi apa, sih. irony sekali.

Masa-masa SMA jadi penentuan langkah kedepannya akan seperti apa, menentukan kuliah jurusan apa tentunya. Untungnya, sekolah saya menyediakan Bimbingan Konseling dengan guru yang sangat luar biasa, Bu Rini namanya. Beliau sangat memperhatikan kemauan serta kemampuan setiap siswa, hal ini didukung dengan beragam fasilitas yang disediakan seperti tes psikotes beberapa kali sampai pada bimbingan secara langsung kepada beliau. Tentunya hal ini dimaksudkan agar kami tidak salah langkah menjajaki dunia kuliah. Hal yang menarik setiap melihat hasil psikotes saya adalah kemampuan terendah adalah "kreativitas", saya tekankan lagi SELALU. Saya sangat tidak memungkiri sih, haha.

Ketika masuk SMA, saya sebenarnya tidak punya cita-cita apapun. Hingga saat kami kelas 2, ada tugas yang mengharuskan kami memetakan cita-cita tertinggi kami dalam sebuah diagram. Entah mengapa, saya menulisnya dengan "Menteri Perlindungan Anak dan Perempuan". Lagi-lagi saya tidak tahu apa yang saya pikirkan saat itu. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan saya terjun ke dunia hukum:

1. Suka Pelajaran PKn Karena Materi dan Gurunya!

Keputusan saya untuk masuk ke dunia hukum berawal dari ketertarikan berlebihan saya terhadap pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Guru kami yang bernama Pak Yus, sangat luar biasa memberikan materi PKn yang mungkin menurut kawan-kawan di sekolah lain menganggap PKn sebagai mata pelajaran yang membosankan. 

Bayangkan saja, kelas 11 kami sudah mendapat tugas untuk simulasi Pemilu. Setiap kelas merupakan partai yang mencalonkan tiga wakil untuk menjadi DPR. Kemudian ada beberapa dari kami yang juga menjadi anggota KPU (netral dan tidak mengikuti kegiatan partai). Simulasi ini berjalan beberapa minggu dengan adanya jadwal masa kampanye, hari tenang, dan lainnya. Semua terasa sangat nyata sebab kami tinggal di asrama. Ada masanya ketika kami harus mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden serta berkoalisi dengan partai lain. Hari H Pemilu pun layaknya Pemilu pada umumnya, tentu dengan beragam aksi masyarakat yang aneh-aneh. 

Kelas 12 kami simulasi sidang PBB. Saat itu sedang hangat-hangatnya kasus Laut China Selatan dengan nine dash line-nya. Kami seangkatan berjumlah 120 orang yang dibagi menjadi negara asean+China. Waktu itu saya mendapat bagian negara Laos (yang seperti kalian tahu, kami tidak punya laut tapi ikut bahas laut). Setiap negara harus melakukan aksi dengan kondisi nyata negara tersebut. Jadi kita harus riset bagaimana kedudukan negara kami dalam menyikapi sengketa Laut China Selatan. Pada hari H sidang, semua diatur sebagaimana sidang PBB sebenarnya lengkap dengan kostum antar negara, negosiasi antar negara pada saat breaktime, debat antar ketua delegasi pada sidang yang benar-benar menciptakan suasana panas. Sampai pada ujungnya kami semua sepakat untuk menandatangani pakta Laut Asia Timur Pasifik *jujur saya lupa haha*. Uniknya, beberapa tahun setelahnya, kasus Laut China Selatan mengalami penyelesaian yang mirip dengan sidang kami. 

Semua materi PKn yang diajarkan di kelas pun tak kalah menarik. Tak heran kalau nilai PKn saya langganan bagus selalu. Saya cinta dengan materinya.

2. Tidak Bisa dan Tidak Suka Berhitung

Sebenarnya saya tidak terlalu fobia dengan berhitung. Sejak kecil sampai SMP, nilai berhitung saya selalu bagus, bahkan terbagus di angkatan. Namun sejak masuk SMA di kota yang terbilang favorit, ternyata saya begitu tertinggal jauh di belakang teman-teman saya. Matematika dan Fisika jadi pelajaran yang paling lemah bagi saya (selain Bahasa Inggris tentunya). Saya ingat sekali, ulangan pertama saya di SMA mendapatkan nilai 16 dari 100, di saat teman-teman saya ada yang 100. Sejak saya kesulitan untuk mendapatkan nilai bagus di Matematika dan Fisika, saya sudah berfikir bahwa ini bukan jalan saya. Bukannya menjadi benci atau apa, karena saya selalu menghadapi keduanya, tapi saya sadar kalau saya tidak bisa haha.

3. Pekerjaan Menjanjikan dan Dibutuhkan di Mana-Mana

Dalam satu angkatan SMA yang memilih jurusan Hukum hanya saya. Entah. Jadi alasan kuliah "ikut-ikut teman" sangat tidak berlaku bagi saya. Alasan pekerjaan di bidang hukum ini menjanjikan saya dapatkan ketika sudah berkuliah. Lingkup pekerjaan yang dimaksudkan tidak hanya pengacara, hakim, dan jaksa. Bahwa setiap perusahaan apapun, baik yang bergerak di bidang perbankan, telekomunikasi, asuransi, e-commerce, dan sebagainya tentu memiliki tim legal. Selain itu, bidang di pemerintahan juga memerluka sarjana hukum. Oleh karenanya, saya semakin yakin manakala melihat sarjana hukum dibutuhkan di bidang apapun. Meskipun faktanya, sarjana hukum menjamur di mana-mana, yah begitulah hidup, harus bersaing.

4. Cinta Ilmu Hukum

Satu hal yang saya dapati selama belajar hukum, bahwa saya benar-benar menikmati proses belajarnya. Banyak sekali materi yang saya tidak bisa tapi saya sangat enjoy dan dengan sepenuh hati mempelajarinya. Bagaimana menganalisis suatu perkara, penggunaan logika hukum, dan bahkan di kelas pun saya sering terkagum-kagum sendiri pada dosen yang menerangkan suatu hal yang saya sama sekali tidak tahu. Segala hal yang berkaitan dengan hukum begitu mencuri perhatian saya. 

Sekian empat alasan kenapa saya memutuskan untuk masuk ke dunia hukum! Semoga membantu.